Sabtu, 30 Januari 2016

ASI untuk buah hatiku

Menjadi ibu yang dikarunia suami dan 3 anak yang manis manis itu anugerah yang tiada ternilai. Mbak Shafira athaya mekar kirani (7,5 thn), mas faeyza izzul mekar ramadhan ( 4,5 thn) dan yang ketiga si imut mbak almahyra rahma mekar azzahra berusia 4,5 bln. Mereka adalah sumber kebahagiaanku. Meski aktivitas sangat padat tetapi rasa nikmatnya bisa bersama mereka, melihat perkembangan mereka adalah sesuatu banget. Karena masa kecil mereka takkan kubisa mengulangi untuk merawat dan mendidik ketika mereka akhirnya beranjak besar dan dewasa nanti. Seperti saat ini, punya baby dengan usia baru 4,5 bln menjadikanku tak bisa berhenti bergerak. Belum lagi mas izzul yang saking deketnya sama bundanya, sampe2 semuanya harus ibu...susu ibu, mau pup, mandi, makan, ganti baju, tidur, semua IBU...alhamdulillah...Beruntung sekali mbak Shafira sudah mandiri, malah sering bantu ibunya macam macam. Terima kasih ya nok ,,,.,
Masih kuingat ketika anak ketiga lahir, jauh dari keluarga, tidak ada asisten rumah tangga rasanya badan ini sangat kepayahan. Saat itu memang sangat sulit mencari assisten rumah tangga jadi terpaksa dilakukan semua sendiri. Badan tidak pernah bisa istirahat, karena malam sering bangun sementara kalau siang juga sibuk dengan pekerjaan rumah tangga dan  mengurus sikecil. Untungnya kakak2nya sekolah semua di sekolah alam AULIYA Kendal yang full day, jadi pulang sore jam 14.30 wib. Sehingga bisa sedikit mengurangi kesibukanku. Meski kalau belum berangkat sekolah dan setelah pulang rasanya rumah ramai banget dengan keusilan2 mereka berdua. Tapi disyukuri saja,,alhamdulillah sampai sekarang masih asi untuk sikecil..semoga hingga 2 tahun nanti,,amin..

Rasulullah Saw bersabda “Tak ada seorangpun perempuan hamil dari suaminya, kecuali ia berada dalam naungan Allah Azza wa Jalla, sampai ia merasakan sakit karena melahirkan. Dan setiap rasa sakit yang ia rasakan, pahalanya seperti memerdekakan seorang budak yang mukmin.."

"Jika ia telah melahirkan anaknya dan menyusuinya, maka tak ada setetespun air susu yang dihisap oleh anaknya kecuali ia akan menjadi cahaya yang memancar di hadapannya kelak di hari kiamat. Yang menakjubkan, setiap orang yang melihat cahaya itu, dari umat terdahulu hingga yang belakangan.."

" Selain itu ia dicatat sebagai seorang yang berpuasa dan sekiranya puasa itu tanpa berbuka niscaya pahalanya dicatat seperti pahala puasa dan qiyamul lail sepanjang masa, ketika ia menyapih anaknya, Allah Yang Maha Agung berfirman “Wahai perempuan, Aku telah mengampuni dosa-dosamu yang telah lalu, maka perbaharuilah amalmu.”

Indahnya Islam menghargai setiap iktiar kita dalam menyusui dan memberi ASI. Salam semangat untuk seluruh Pejuang ASI. Keberkahan dan rahmat Allah semoga senantiasa tercurah untuk kita ibu yang senantiasa berjuang memberikan asi untuk bayi.
Meski harus mojok sendiri untuk merah ASI, bangun tengah malam,,semoga menjadikanmu putri solehah, penyayang kepada orang tua, bermanfaat buat sesama....amin

akhirnya aku wisuda S2

assalamualaikum,,,,saya akan bercerita sedikit tentang bagaimana ceritanya aku bisa melanjutkan studi S2. Sebelumnya aku tidak terpikir mau ...